Semua mahluk hidup membutuhkan makanan. Tak terkecuali Hydrilla sp, salah satu jenis tanaman hijau yang hidup di air. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau biasa disebut dengan fotosintesis. Karena itu fotosintesis bisa diartikan dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari (Kimball, 1992). Secara persamaan kimia, proses fotosintesis dapat dituliskan secara berikut:

6CO2 + 6H2O (cahaya matahari/klorofil) –> C6H12O6 + 6O2 + energi

Dari data hasil percobaan dapat diketahui jumlah gelembung yang muncul makin bertambah seiring mendekatnya objek percobaan terhadap sumber cahaya, baik pada gelas ukur berisikan akuades maupun NaHCO3. Hal ini diakibatkan energi cahaya (dalam bentuk foton) yang ditangkap oleh pigmen, kemudian diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH) yang akan digunakan sebagai bahan baku pembentukan karbohidrat (Devlin, 1975). Sehingga semakin dekat objek pengamatan dengan sumber cahaya, semakin besar pula intensitas cahaya yang didapatkan Hydrilla sp untuk melakukan fotosintesis. Namun karena cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Selain faktor cahaya, gelembung yang dihasilkan Hydrilla sp yang ada di dalam larutan natrium bikarbonat lebih banyak dibandingkan di dalam akuades. Reaksi yang terjadi di dalam larutan NaHCO3 dapat dituliskan sebagai berikut:

NaHCO3 + H2O –> NaOH + CO2 + H2O

Campuran NaHCO3 dengan air menghasilkan CO2 (bahan baku fotosintesis), sehingga reaksi kesetimbangan fotosintesis bergeser ke arah produk yang artinya O2 yang dihasilkan semakin banyak. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa NaHCO3 dapat mempercepat laju fotosintesis.

Dari paragraf sebelumnya, telah diketahui bahwa intensitas cahaya, penggunaan NaHCO3, dan CO2 mempengaruhi laju fotosintesis. Selain yang telah disebutkan masih ada faktor lain yang mempengaruhi, yaitu air (H2O), suhu, umur daun, dan translokasi karbohidrat. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).

Daftar Pustaka

Devlin, Robert M. 1975. Plant Physiology Third Edition. New York : D. Van Nostrand

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Bandung: ITB